Refleksi Pendidikan dan Nilai Sosisal Budaya dalam Dasar Pendidikan Ki Hadjar Dewantara
Sebagai Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Beliau mendirikan taman siswa pada tanggal 3 juli 1922 dengan 3 filosofi yang terkenal adalah Ing Ngarso Sung Tulodo artinya menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan. Ing Madyo Mbangun Karso artinya seseorang ditengah kesibukkanya harus juga mampu membangkitkan atau menggigah semangat. Tut Wuri Handayani yang artinya seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang.
Pemberlajaran Topik 2 pada dasar pendididkan Ki Hadjar Dewantara mempelajari membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam mamahami arti dan tujuan pendidikan, pengajaran (onderwijs) merupakan proses pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapp hidup anak secara lahir dan batin sedangkan pendidikan (opvoeding) merupakan tutunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
Dalam menuntun laku dan pertumbuhan kodrat anak, Ki Hadjar Dewantara mengibaratkan para pendidik sebagai petani atau tukang kebun anak-anak itu seperti biji tumbuhan yang disemai dan ditanam oleh pak tani atau pak tukang kebuh di lahan yang telah disediakan. Anak-anak itu bagaikan biji bulir-bulir jagung yang ditanam. bila biji jagung ditempatkan di tanah yang subur dengan mendapatkan sinar matahari maka hasil dari tanaman yang dihasilan akan tumbuh dengan kualitas yang baik tapi sebaliknya jika ditanam pada tanah yang tandus maka pertumbuan biji jagung tersebut tidak dapat berkualitas baik.
Begitu juga dengan anak, jika tumbuh dalam lingkungan yang baik dan mendukung maka potensi yang dimiliki anak akan berkembang dengan pesat tetapi sebaliknya jika anak tumbuh di lingkungan yang kurang mendukung maka potensinyang dimiliki anak tidak dapat berkembangan dengan baik dan bahkan anak tersebut dapat mengalami kerusahan akibat dari pengaruh lingkungan sekitar.
Pokok-pokok pendidikan Ki Hadjar Dewantara terbagi menjadi 4 yakni
1. Kodrat Alam dan Kodrat Zaman
Ki Hadjar Dewanatara menjelaskan bahwa dasar pendidikan anak berhubungan dengan kodrat keadaan baik itu kodrat alam maupun kotrat zaman. Jika dilihat dari kodrat zaman, pendidikan saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat menekan pada keterampilan abad ke-21 sedangkan memakai kodrat alam maka konteks sosial budaya dari peserta didik itu sendiri.
2. Budi Pekerti
Budi Pekerti adalah kemampuan kodrat manusia yang berkaitan dengan bagian biologis dan berperan menentukan karakter seseorang . Budi Pekerti dapat diartikan sebagai perpaduan antara cipta dan karsa, sehingga melatih peserta didik menjadi diri mereka sendiri.
3. Sistem Among
Prinsip Sistem Among yaitu memposisikan siswa prioritas utama yang harus dilayani kebutuhan belajaranya dan pendidik sebagai fasilitator proses belajar mereka hingga tercapanya kemerdekaan belajar setiap anak. Proses "Menuntun" anak diberi kebebasan, namun Pendidik sebagai pamong tetep memberi tuntunan dan araha agar anak tidak kehilangan arah dalam mengambil keputusan.
4. Peran Guru
Ki Hadjar Dewantara mengenalkan menekannkan pada proses pembelajaran dan diharapkan pendidik dapat berperan sebagai ing ngarsa sung tuladha (di depan memberi teladan), ing ngarsa sung tuladha (di tengah membangun kehendak dan semangat) dan Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan).
Refleksi
Setelah mempelajari topik ini Saya mempercayai bahwa peserta didik itu akan memahami pembelajaran apabila Saya mengarahkan dan menfasilitasi. Sebagai seorang pendidik Saya harus memberikan arahan dan membuka lebar jika terdapat pertanyaan dari peserta didik agar proses pembelajaran dapat berjalan secara maksimal, pembelajaran yang diterapkan juga harus sesuai dengan kebutuhan peserta didik, bagi Saya peserta didik harus siap belajar dan memiliki motivasi yang kuat agar cita-cita yang dimiliki tercapai. Proses pembelajaran Saya juga masih harus belajar terkiat pembelajara yang terpusat pada pendidik seerta yang langsung bsa Saya terapkan dengan menceriminkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah bagaimana Saya dapat menerapkan metode pembelajaran yang tepat, terus mencoba membuat media belajar yang menarik serna memberi ruang untuk peserta didik berdiskusi dan mengeluarkan pendapat agar proses pertumbuhan sesuai dengan nilao pancasila yang sebagai identisan bangsa.
Komentar
Posting Komentar